Posts

Cigombong Empat: Bag. 1 Permulaan

Hal yang paling saya ingat tentang kelas 1 SD adalah: Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, kami selalu baris di luar kelas dan Bu Guru akan memeriksa kuku jari kami satu per satu. Kalau ada anak murid yang kukunya kotor atau panjang, Bu Guru akan memukul jari kami dengan tongkat Harry Potter nya yang panjang. "Cepret", bunyi tongkat mengenai jari tangan. Lumayan keras. Saya ingat betul hari pertama saya sekolah di kelas 1 SD. Hari itu saya berangkat bareng dengan Rizka, Astri dan ditemani oleh ibu kami bertiga, jalan kaki dari rumah ke sekolah. Diantar sampe ke kelas, dan ditunggu di luar kelas sampai pembelajaran pertama selesai. Guru pertama saya adalah Bu Dini. Orangnya berkacamata, senyumnya ramah. Metode pembelajaran beliau yang saya ingat adalah kita disuruh memejamkan mata, dan membayangkan kita menulis huruf a (a kecil) sambil diarahkan oleh beliau.  Mayoritas hari-hari sebagai anak kelas 1 SD, adalah belajar mengenal huruf, angka, dan membaca. Dari teman-teman s...

Who are You ?

Image
Who are You? Hi, saya Mail Who are You? Hmm my full name is Ahmad Ismail. And I currently live in Jakarta Who are You? Seorang anak pertama dari tiga bersaudara Who are You? I do love playing guitar, do some licks from random internet post. Sometimes, I learn new technique. Dan sampe sekarang masih belom jago mainin Your Body is Wonderland nya John Mayer. Sumpeh ye, jago banget emang si John, dibandingin sama saya mah gak ada apa2nya lah.  Who are You? Nah mangkenye saya suka banget dengerin lagunya si John. Buat saya, lagunya John Mayer tuh cocok bingit buat nemenin sewaktu ngoding hohoho. Karena actually, I do love Blues. Entahlah dari mana awalnya bisa tertarik Blues, lupa en forget. When saya dengerin Blues, seketika I am hypnotized. Rasanya seperti menjadi ironmen. Wakakak gajelas anzink. Who are You? Your Body is Wonderland adalah lagu pertama John Mayer yang saya dengerin. Kemudian, Waiting On the World to Change, pas saya googling album Continuum ini ternyate lagu...

Fight for Silliness

Godverdomme. How stupid i am. KUNCI KAMAR SAYA KETINGGALAN DI TAS SENDIRI. DAN TAS ITU SAYA TITIPIN KE TEMEN. HAHHAHAHAHAHA MORON. Super dodol. Hari itu terasa super hectic sekali. Lelah saya dibuatnya. Dari pagi udah saya niatin, todo list saya hari ini adalah 1. MENDAPATKAN TANDA TANGAN DOSEN 2. DAFTAR UJIAN SUSULAN Dodol emang, disaat temen-temen saya ujian, saya malah sakit. Kenapa harus sakit disaat yang tak tepat. Jadi tuh jumat(22/2) kemaren saya demam tinggi, bangun aja saya sempoyongan. Shit men. Ga bisa ngapa-ngapain. Padahal saya udah cuti dari kantor buat ujian. Daripada saya nekat berangkat ujian ke kampus dan kenapa-kenapa di jalan, kan ngeri. Yaudah deh saya rebahan lagi di kasur. So, untuk melaksanakan todo list ini, malam harinya saya udah mempersiapkan segalanya dengan amat sangat matang. Dari apa aja yg kudu dibawa, dan apa aja yg kudu saya lakukan besoknya. saya kroscek bolak balik, barang bawaan saya. Kartu ujian, bukti pembayaran, surat sakit...

Kapak Diriku

Mimpi ini terjadi ketika aku tertidur pada saat jam kerja. Dengan settingan ruang kerja di dalam studio rekaman yang sejuk, membuat siapapun yang berada di sana mengantuk. Dan akhirnya datanglah mimpi itu. Di suatu ruangan putih yang sunyi, aku terduduk di sebuah kursi. Kaki dan tanganku terikat oleh tali tambang. Tidak ada siapapun di sana, hanya aku seorang diri. Kemudian, datanglah seorang pria yang berjalan dari kejauhan sambil membawa kapak. Aku mengenali cara pria itu berjalan, tapi aku belum bisa melihat wajahnya. Perlahan pria itu berjalan semakin dekat, dan semakin dekat menghampiriku hingga tepat berada di hadapanku. Sekarang aku bisa melihat wajahnya dengan sangat jelas. Oh My God. Pria itu adalah –aku? Aku menatap diriku yang membawa kapak Tapi kenapa pria itu membawa kapak? Kemudian, dengan sangat brutal pria itu mengayunkan kapaknya ke arahku. Seketika, aku langsung terbangun dari tidurku dengan wajah pucat dan berkeringat. What a dream! Jakarta, 2 April 2012

Negeri di Atas Awan

Saya dan 2 orang temen sedang menyantap jagung bakar dan kopi hangat di sebuah warkop deket lokasi perkemahan. Suhu Dieng yang drop sampe belasan derajat dan ditambah dengan hujan, mengharuskan saya memakai baju berlapis-lapis dari ujung kaki sampe ujung kepala. Saya nggak tahan sama atmosfir dingin. Saya alergi. Awalnya, kita mau ke Telaga Warna—salah satu spot favorit di Dieng. Kalo kata google sih, “Telaga Warna” itu unik. Soalnya “Telaga Warna” ini punya banyak warna di dalam satu telaga yang sama. Dan warna airnya bisa berubah sesuai cuaca. Keren yah. Tapi karena kondisinya lagi hujan begini, yaudalah kita ngopi aja dulu. Itung-itung ngangetin badan, daripada diem di tenda, dingin banget cuuuuyyy. Brrrrrr. Ditengah-tengah obrolan santai, masuklah seorang bule berpostur gede-tegak-berurat (OMG) yang mirip petarung smackdown Brock Lesnar, dengan ditemani seorang tour guide. Mereka duduk lalu memesan beberapa camilan hangat dan kopi hitam. Ada hal yang mengganggu saya waktu...

Gojekin Aja!

Image
Hari gini siapa sih yang tidak kenal dan tidak menggunakan Go-Jek di kehidupan sehari-harinya? Saya jamin, lebih dari 50% warga Jakarta menggunakan aplikasi revolusioner ini. Mulai dari pelajar, pegawai kantoran, bahkan sampai artis menggunakannya. Di tengah kesemerawutan ibukota, Go-Jek hadir menawarkan solusi yang cemerlang guna membantu kegiatan sehari-hari warga ibu kota. Konsep awal Go-Jek itu simple, seperti naik ojek pangkalan pada umumnya. Yakni mempertemukan calon penumpang dengan Driver Ojek dan mengantarkan ke destinasi calon penumpang. Sesimple itu. Berkat bantuan teknologi digital terkini, Go-Jek membuatnya semakin mudah dalam membantu warga melewati kemacetan ibukota yang semakin hari semakin tak terkendali ini. Layanan Go-Jek paling favorit pastinya Go-Ride. Namun Go-Jek tidak berdiam diri sampai di situ saja. Go-Jek melihat banyak peluang di aspek yang lain, sampai lahirlah layanan lain seperti yang kita ketahui. Go-Food, Go-Car, Go-Send dan masih banyak layanan lainn...

Hello Me!

Oke oke oke, first of all, I just wanna say, "Helloooooo netizen, hello dunia, hello epribadeeeh!" Hahahaha. Howdy? Gimana kerjaan mu? Eh, gebetan aman kan? Pacarmu masih ngambek? Apaaaa? Mantan kamu ngajak balikan? Atau abis lebaran kamu udah siap nikah? Amin. Apapun itu, semoga segala urusanmu dilancarkan. Amin. And, semoga kamu sedang & selalu dalam kondisi terbaik di hidupmu. Eh tp sesibuk apapun kamu, jangan lupa sempatkan untuk menjenguk orang tua kamu ya! Ortu pasti selalu merindukan kehadiranmu. Trust me ;) Eniwei, udah lama banget saya gak ngeblog. Postingan terakhir itu Februari 2014, it means udah 4 tahun blog ini tak terjamah. Hahahaha. 4 tahun berlalu begitu saja, so much much many many many kisah yang pengen saya share di blog ini. Kemungkinan saya akan intens lagi mengisi blog ini dengan random thought saya. Yang mudah2an tidak  bermanfaat. Hahahahahahaha. C u folk!

If You Judge People, You Have No Time To Love Them

Image
Wow, nggak nyangka yah udah setahun lebih saya nggak posting. Belakangan ini saya terlalu asik sama kerjaan sampe gak sempet buat ngecekin blog. Btw, pada sehat kan people ? Oke, let’s go. Dimulai dari judul postingan ini : If You Judge People, You Have No Time To Love Them. Quote yang saya ambil dari Mother Teresa, yang kalo diartikan: Jika kamu menghakimi orang, kamu nggak akan punya waktu untuk mencintai mereka. Soal nge- judge orang emang sering terjadi di setiap keseharian kita, disadari atau tidak. Saya pun nggak munafik, terkadang saya melakukannya. Biasanya poin apa sih yang sering banget dibahas kalo kita lagi nge- judge orang? Kebanyakan adalah kesalahan orang ‘kan yang sering kita perhatikan. Kita terlalu focus sama kesalahan orang lain. Sampe-sampe nggak peduli sama diri sendiri, kesalahan diri sendiri. Mother Mary Teresa Bojaxhiu Kita tuh nggak pernah tahu apa yang sebenernya terjadi, kita cuman tahu apa yang muncul di permukaan. Kita cuman sok tahu. Kita n...

Hidup Seorang Nomaden, Mandiri Membuat Keputusan

Pernah terlintas di kepala ini untuk mencoba hidup seperti orang nomaden. Orang yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal dalam hidupnya. Kayaknya bakal seru kalo bisa ngerasain tinggal dan bekerja di tempat yang berbeda-beda dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, dalam waktu 1 tahun ini saya tinggal dan bekerja di kota Bandung, lalu di tahun berikutnya saya tinggal dan bekerja lagi di kota Denpasar, lalu bekerja dan tinggal lagi di tempat yang lebih jauh dari “confort zone”. Semakin jauh dari “confort zone” sepertinya akan lebih seru. Hasrat untuk mencoba menjalani hidup seorang nomaden ini selalu terngiang dan mengganggu pikiran saya. Pengen banget rasanya mewujudkan hasrat ini. Karena sejauh ini, yang saya rasakan ketika tinggal di kota metropolitan (Jakarta) cuma biasa-biasa aja. Soalnya saya masih bisa pulang ke rumah tiap minggu. Saya ngerasa masih bisa minta duit ke ortu kalo kehabisan duit di tengah bulan. Nggak survive yang sesungguhnya. Jadi nggak bisa ngerasain hidup m...

Percakapan Sehari-hari

Kebayang banget deh kalo misalnya percakapan kita sehari-hari dibuat tulisan atau dibukukan. Pasti gak bakalan ada penulis atau penyair yang sanggup merangkainya. Soalnya ya bakalan banyak banget. Saya pernah mencoba fokus duduk diam di dalam kereta mendengarkan percakapan orang-orang di saat jam pulang kantor yang sangat padat. Dan wow rasanya itu, seperti berada di dalam dimensi lain. Chaos banget. Karena emang aneh dan luar biasa. Beragam suara percakapan orang-orang berseliweran di telinga saya, dalam waktu bersamaan. Saya jadi teringat film God Almighty yang diperankan Jim Carrey. Dalam film itu, ada sebuah adegan si Jim Carrey yang seolah-olah menjadi Tuhan karena bisa mendengar jutaan suara orang berdoa. Saya pernah mencoba mencatat setiap percakapan yang saya dengar. But, it doesn't work. Lagian percuma juga, gak akan pernah bisa, sampe kapanpun.

Polosnya Anak Kecil

Image
Sepulang dari sekolah Madrasah Diniyah adik saya nanya-nanya kemana Ibu pergi. Saya bilang mungkin lagi ke warung De. Udah setengah jam dia nunggu, Ibu gak pulang-pulang. Eh adik saya nangis. Saya tanya kenapa, dia cuma jawab, “Hoyong ka Umi!” (Pengen ke Ibu). Adik saya nangis ditinggal Ibu ke warung. Saya jadi tertegun dan berpikir, anak kecil polos banget yah dalam mengekspresikan perasaannya. Mungkin dalam pikirannya ada rasa takut kalo dia gak bisa ketemu lagi sama Ibu. Atau mungkin, anak kecil gak merasa nyaman kalo jauh-jauh dari Ibunya. Tapi gak tahu juga sih. Yah mungkin namanya juga anak kecil. Polos, suci dan sensitif sekali. Coba kalo saya ada di posisi dia, saya bakal nangis kayak adik saya gak yah? Adik saya terus nangis sampe akhirnya Ibu datang. Adik saya langsung memeluk erat Ibu. Ooooowwwhh :’)

Hari Minggu adalah Hari Keluarga

Image
Waktu hari Minggu (26/1) kemaren seharusnya saya libur , dan nyantai di rumah. Tapi saya masuk kerja. Karena harus menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas, dan juga saya sudah janjian sama temen untuk mengerjakan tugas animasi. Sebel sih sebenernya, ngeganggu banget waktu istirahat saya. Cuman apa boleh buat, entar daripada kena semprot boss [# nasibkaryawan #nohope ]. Akhirnya berangkatlah saya menuju kantor. Pas lagi di kereta, ada pemandangan yang engga biasanya. Kok banyak bapak ibu bawa anak kecil yah. “Ada apa yah?” ucap saya dalam hati. Setelah loading aga lama, yaelah saya baru ngeuh sekarang kan hari Minggu. Pantesan aja banyak bapak ibu bawa anak kecil, sekarang kan libur gitu. Kekesalan karena harus masuk kantor hari ini bikin pikiran jadi aga lemod. Hari Minggu emang hari buat keluarga.  Ngeliat anak kecil yang chubby ini hawanya pengen bawa pulang terus dipajang di pojokan kamar :p . Merhatiin tingkahnya yang ngegemesin abis, membuat saya ingin jadi anak ke...

Kasih Sayang Bunda

Image
Hmm kamu suka malu gak kalo Bunda memperlakukan kamu seperti bayi di depan temen-temen kamu? Pastinya kamu ngerasa gengsi dong. Apalagi kalo kamu terkenal "nakal" di antara temen segeng. Pasti kamu mikir, entar reputasi aku gimana? Entar aku jadi bahan ledekan dong. Entar aku dicap anak Mami. Aaaah si Mama, gak ngertiin banget sih, umpat kamu dalam hati. Dede kecilnya pules banget bobo di pangkuan Bunda. Hayoo ngaku! Pernah kayak gitu kaaan?! Udah ngaku aja. Pasti kamu ngerasa risih gitu ya. Ya kaaan? Kenapa sih? Bunda tulus banget lho ngelakuin itu. Bunda tuh pengen nunjukin ke temen-temen kamu kalo Bunda sayang banget sama kamu. Kenapa sih kamu gak membiarkannya melakukan hal yang Beliau senangi. Coba deh inget pas kamu kecil. Pas kamu rewel, pengen minta mainan, pup, bangun tengah malam. Bunda pernah ngerasa risih gak? Nggak kan? Sebelum semuanya terlambat, bahagiakanlah orangtuamu. Especially ibumu.

Suatu Malam Yang Insomnia

00:00 WIB Lagi insomnia, padahal kepala udah puyeng tapi mata ngga bisa merem. Kebetulan saya lagi nginep di kosan temen. Lagi konsen nyoba memejamkan mata, tiba-tiba... "Heeeh, heeeh! Ngantri, ngantri! Hati-hati nanti jatuh!" temen saya teriak-tereak, dia ngigo. Busetdah. *** 00:35 WIB Masih insomnia, mata tetep ngga bisa merem. Temen saya ngigo lagi. "Aduh cicilan motor belum lunas." Kali ini dia curhat, kasian. *** 01:30 WIB Malah tambah melek nih mata. Kali ini ngigo-nya temen saya, "Ayang ku rindu kamu, ingin memeluk mesra kamu". Hoahahaha ngakak abis. Absurd banget malam ini. Sampe jam 02:10 WIB saya malah tambah melek. Dan sampe akhirnya bikin postingan ini. Tidur dulu ah. Nite.

Gadis Panik itu Teman Saya

Image
Gak ada hujan, gak ada angin. Mobil masih jalan, orang-orang berseliweran sibuk dengan aktivitasnya. Bulan udah menampakkan batang hidungnya. Bogor tetap disebut kota hujan walau jarang hujan belakangan ini. Tiba-tiba aja datang sesosok gadis yang saya kenali turun dari motor lalu teriak panik, "Mail tolongin gue!" ketika saya sedang nunggu angkot sewaktu pulang kerja di sebuah perempatan. Dia datang menghampiri saya, sambil terus teriak, "Mail tolongin gue!" lalu menggandeng tangan saya sangat erat. Mencoba untuk mengerti keadaan, ada apa ini sebenernya, mimpi apa saya semalam. Saya mencoba untuk menenangkan dia. Dilihat dari tampangnya, dia emang panik ketakutan banget. Sebuah perempatan. "Kenapa Cha?" (bukan nama sebenarnya) saya mencoba memahaminya. "Tadi gue gue ..." katanya sambil terbata-bata. Kali ini kepalanya nyender di bahu saya. "Gue hampir dijambret." Ngomongnya sambil tersedu-sedu. "Kok bisa?" Saya nanya ...

Ramadhan Kali Ini, Kurang

Image
Lebaran tinggal seminggu lagi. THR udah dapet. Pikirannya udah pengen pulang kampung. Padahal kampung cuma di Bogor, kata orang deket. Jangan salah loh Bogor juga jauh, kalo dilihat dari ... Irak. Taraweh juga bolong-bolong. Tadarus apalagi, target yang belum tercapai dari tahun kemaren. Puasa, alhamdulilah selalu sempurna. Di hari terakhir menjelang lebaran begini, sebagian orang biasanya menjadi malas. Malas bekerja, malas beribadah. Karena pikirannya pasti sudah pengen mudik. Seperti di kantor saya, di saat kebanyakan orang sudah libur. Di kantor saya masih masuk, bekerja. Yeps. Orang Indo emang kreatif abis. (image: CNN) Entah kenapa di bulan Ramadhan tahun ini, saya tidak merasakan nuansanya, kenikmatan ketika menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah. Beda banget dengan tahun kemaren, saya benar-benar merasakan nikmat dan indahnya Ramadhan. Karena tahun kemaren saya full di rumah, alias saya tidak bekerja. Memang kalo Ramadhan di luar rumah (kantor, atau ...

Untuk Bumi Pertiwiku Tercinta, Indonesia

Image
Mungkin aku baru 19 tahun menginjakkan kakiku di tanahmu yang subur nan indah ini. Mungkin baru beberapa tempat indahmu yang pernah aku datangi, dari sekian tempat indah yang kamu miliki. Tapi satu hal yang sangat aku sukai dan aku banggakan. Mencintaimu dengan segenap hatiku. Jangan sampai engkau berpaling, apalagi direbut oleh orang yang bukan berasal dari tanahmu, Indonesiaku. Mahameru, puncak gunung semeru. Barulah aku sadari, betapa indahnya tanahku ini. Betapa kayanya budaya kita, kesenian, alam, aah aku sungguh mencintaimu, tanah airku Indonesia. Sudah 19 tahun aku menginjak tanahmu, tapi aku belum kenal seluruh potensi yang kamu miliki. Aku belum kenal tanah airku. Bahwa saudara-saudaraku di belahan pulau sana, masih hidup berdampingan dengan alam. Aku tercengang ketika melihat sebuah tayangan tentang kehidupan masyarakat di sebuah pulau yang terisolir. Sebuah desa yang masih sederhana, yang jauh dari modern. Letaknya pun berada di tengah hutan belantara. Di sana ora...

Gara - Gara Duit

Image
Lagi lagi masalah duit. Banyak orang yang mengeluhkan satu hal ini. Hal yang dianggap paling berpengaruh dalam setiap aspek di kehidupan yang fana ini. Banyak pasangan suami istri yang cerai karena terbentur duit. Banyak orang yang cekcok karena duit. Duit emang brengsek. Gara-gara duit, semua hal yang simpel bisa menjadi rumit. Emang terkadang kita nggak punya pilihan apakah kita harus menjalani hidup ini dengan atau tanpa duit. Tentunya saya sedang membicarakan hal negatif tentang duit. Banyak sekali orang yang mementingkan duit daripada hal-hal lain yang lebih berharga, misalnya keluarga. Banyak sekali kasus bapak-anak yang nggak pernah bertemu gara-gara si bapak sibuk nyari duit. Ketika si bapak berangkat, si anak masih tidur. Dan ketika pulang, si anak udah tidur. Sedih banget jadi bapak yang kayak gitu. Bapak yang gak dikenal sama anaknya. Duit menyita segalanya. Waktu, keluarga, teman, sahabat, ibadah. Lagi-lagi gara-gara duit. Duit lagi gara-garanya. Duit lagi duit lagi...

Hmm 20 Tahun

Image
Hmm kalo ngomongin ulang tahun, ngga kerasa tepat hari ini saya udah 20 tahun. Alhamdulillah 20 tahun, waktu jadi terasa berjalan cepat. Perasaan baru kemaren saya wisuda SMK. Perasaan baru kemaren saya ngerayain sweet 17 bersama (mantan) pacar saya, dibawain kue ultah dan dikasih surprise. Perasaan baru tahun kemaren ibu saya ngucapin selamat ulang tahun. 20 tahun, kayaknya udah lama banget saya tinggal di dunia ini. Banyak orang yang bilang, kalo ulang tahun itu bertambah usia. Kalo menurut saya, malah usia kita berkurang setiap tahunnya. Karena disadari atau tidak, sesungguhnya hidup kita ini adalah menghitung mundur. Cuma gatau sampe kapan kita menghitungnya. Ada juga yang bilang, usia itu cuman angka. Yang menentukan kedewasaan orang adalah pola pikir dan cara pandang seseorang dalam menghadapi segala rintangan dalam hidupnya. Ngarep dapet kue kayak begini. Tahun kemaren temen-temen kantor ngasih selamat, dan sekarang pun seperti biasa di kantor baru, temen-temen kantor...

Cabut Gigi

Image
Tak pernah terbayang di benak saya, kalau gigi saya akan dicabut. Ngedengernya aja udah bikin merinding. Belakangan ini saya emang sering sakit gigi. Entah gara-garanya apa, mungkin karena gigi saya yang sudah bolong. Untuk pertama kalinya saya berobat ke dokter gigi pada pertengahan Januari lalu. Itupun terpaksa karena saya udah nggak tahan dengan rasa sakitnya. Sebenarnya waktu itu saya sudah disuruh oleh dokter untuk cabut gigi, jikalau giginya udah sembuh. Tapi, begitu udah sembuh pun saya nggak melakukannya. Alasannya satu, takut. Apalagi pas ngedenger temennya saudara saya koma terus meninggal, setelah cabut gigi. Saya jadi makin parno. Di tahun 2013 ini saya sudah 2 kali sakit gigi. Pertama pada bulan Januari, dan yang kedua, awal bulan Maret ini. Sakit gigi yang terparah adalah bulan Maret ini, saya sampe nggak masuk kerja selama satu minggu. Kalau berobat yang pertama, saya nggak berani untuk cabut gigi. Untuk yang kedua ini, saya memberanikan diri untuk mencabut gigi yang...